Desain rumah filter bag harus memastikan pengumpulan debu yang efisien, memenuhi persyaratan penghilangan debu di lingkungan industri tertentu, dan pada saat yang sama mencapai struktur yang kompak, perawatan yang mudah, ekonomis, dan daya tahan.
II. Penentuan Parameter Desain
① Volume Udara Perawatan:
Tentukan laju aliran gas yang akan diolah berdasarkan proses produksi dan lingkungan di lokasi. Ini adalah parameter kunci untuk menentukan ukuran rumah.
② Karakteristik Debu:
Memahami distribusi ukuran partikel, konsentrasi, viskositas, komposisi kimia, dll. dari debu. Jika debu memiliki ukuran partikel kecil dan konsentrasi tinggi, diperlukan akurasi filtrasi yang lebih tinggi.
③ Suhu dan Tekanan Pengoperasian:
Perjelas kisaran suhu dan tekanan gas untuk memilih bahan yang sesuai dan menentukan kinerja tekanan dan ketahanan panas dari wadah tersebut. Misalnya, suhu pengoperasian adalah 80°C dan tekanannya adalah tekanan normal.
AKU AKU AKU. Desain Struktur Perumahan
① Bentuk dan Dimensi:
Bentuk umum termasuk balok dan silinder. Kubus nyaman untuk memasang dan mengatur kantong filter, sedangkan silinder memiliki keunggulan lebih dalam menahan tekanan. Tentukan dimensi sesuai dengan volume udara perawatan dan keterbatasan ruang.
Pertimbangkan ruang pemeliharaan. Lorong dan ruang pengoperasian yang memadai harus disediakan di dalam rumahan untuk memfasilitasi penggantian kantong filter dan pemeliharaan peralatan.
② Saluran masuk dan saluran keluar:
Posisi saluran masuk harus memastikan distribusi aliran gas yang merata ke setiap area kantong filter. Perangkat seperti pelat distribusi aliran gas dan baling-baling pemandu dapat digunakan.
Desain saluran keluar harus memastikan kelancaran pembuangan gas yang dimurnikan dan menghindari timbulnya turbulensi dan hambatan.
③ Abu Hopper:
Ash hopper terletak di bagian bawah housing dan digunakan untuk mengumpulkan debu yang menempel. Sudut kemiringan hopper abu harus lebih besar dari sudut istirahat debu untuk memastikan kelancaran debu.
Volume wadah abu ditentukan berdasarkan laju produksi debu dan siklus pembersihan abu, dan perlu dipastikan bahwa wadah abu tidak akan meluap selama siklus pembersihan abu.
IV. Pemilihan Bahan
① Cangkang Perumahan:
Umumnya dipilih baja karbon Q235 yang memiliki biaya rendah dan kekuatan yang cukup. Jika lingkungan kerja bersifat korosif, baja tahan karat atau baja karbon dengan perawatan anti korosi permukaan dapat digunakan.
② Komponen Internal:
Untuk komponen internal seperti pelat distribusi aliran gas dan rangka bag filter, bahan seperti baja karbon galvanis dan baja tahan karat dapat dipilih sesuai dengan situasi aktual untuk mencegah karat mempengaruhi kinerja peralatan.
V. Perhitungan Kekuatan dan Stabilitas
① Perhitungan Tekanan:
Hitung tekanan yang ditanggung oleh setiap bagian rumahan sesuai dengan tekanan kerja dan kemungkinan fluktuasi tekanan untuk menentukan ketebalan pelat.
② Analisis Stabilitas:
Lakukan analisis mekanis terhadap struktur rumah untuk memastikan tidak terjadi deformasi atau ketidakstabilan selama kondisi kerja. Perangkat lunak analisis elemen hingga dapat digunakan untuk mensimulasikan kondisi tegangan rumah dalam kondisi kerja yang berbeda dan mengoptimalkan desain struktural.
VI. Desain Penyegelan
① Sambungan Perumahan:
Gunakan sealant atau strip penyegel untuk menyegel untuk memastikan tidak terjadi kebocoran gas. Sambungan dapat dilas atau dibaut, dan perawatan penyegelan dilakukan setelah pengelasan.
② Pintu Inspeksi:
Pintu inspeksi harus dilengkapi dengan alat penyegel yang baik, seperti strip penyegel karet, untuk memastikan penyegelan saat ditutup. Pada saat yang sama, pembukaan pintu inspeksi harus mudah dan cepat untuk perawatan sehari-hari.
VII. Desain Fasilitas Pendukung
① Sistem Pembersihan Abu:
Metode pembersihan abu yang umum mencakup pembersihan abu pancaran pulsa dan pembersihan abu getaran mekanis. Pembersihan pulse jet ash memiliki efek yang baik dan konsumsi energi yang rendah serta banyak digunakan. Desain sistem pembersihan abu harus memastikan penghilangan debu secara efektif pada kantong penyaring tanpa merusak kantong penyaring.
② Pemantauan dan Pengendalian Suhu:
Pasang sensor suhu untuk memantau suhu gas di dalam housing secara real time. Jika suhu terlalu tinggi, perangkat pendingin (seperti pendingin udara dan perangkat pendingin semprotan air) dapat digunakan untuk pendinginan guna mencegah kerusakan pada kantong filter akibat suhu tinggi.
③ Pemantauan Tekanan:
Siapkan pengukur tekanan untuk memantau perbedaan tekanan antara saluran masuk dan saluran keluar rumahan. Ketika perbedaan tekanan melebihi nilai yang ditetapkan, maka akan dilakukan pembersihan abu atau pemeriksaan apakah ada penyumbatan pada peralatan.